Pilar-pilar ini merupakan pijakan utama dalam mendefinisikan tujuan pendidikan di setiap negara, dan juga sebagai pedoman bagi pengembangan kurikulum pendidikan. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut tentang 4 pilar pendidikan.

1. Learning to Know (Belajar untuk Mengetahui)
Pilar Pertama Learning to Know (Belajar untuk Mengetahui). Belajar untuk mengetahui, bertujuan mengembangkan kemampuan siswa dalam memahami dan mengembangkan pengetahuan yang mereka peroleh. Dalam pilar ini, peserta didik diajarkan untuk belajar secara aktif dan kritis, dan juga untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah.
Belajar untuk mengetahui mencakup semua aspek pendidikan, termasuk pembelajaran di dalam dan di luar kelas. Di dalam kelas, peserta didik diajarkan untuk mempelajari berbagai topik dari disiplin ilmu yang berbeda, sedangkan di luar kelas mereka diajarkan untuk mengembangkan kreativitas mereka sendiri, seperti melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pengalaman kehidupan sehari-hari.

Dalam era digital seperti sekarang, belajar untuk mengetahui juga termasuk belajar untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam memperoleh pengetahuan. Sebagai contoh, peserta didik dapat memanfaatkan internet dan media sosial untuk mencari informasi dan berdiskusi tentang topik tertentu.
2. Learning to Do (Belajar untuk Melakukan)
Pilar Kedua Learning to Do (Belajar untuk Melakukan). Belajar untuk melakukan bertujuan mengembangkan kemampuan siswa dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pilar ini, peserta didik diajarkan untuk mengembangkan kemampuan praktis seperti memecahkan masalah dan berinovasi.

Belajar untuk melakukan mencakup semua aspek kegiatan di dalam dan di luar kelas. Di dalam kelas, peserta didik diajarkan untuk mengembangkan kemampuan praktis seperti memecahkan masalah, membuat proyek, dan mengorganisir kegiatan kelas. Di luar kelas, peserta didik diajarkan untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pengalaman kehidupan sehari-hari.
Dalam era digital seperti sekarang, belajar untuk melakukan juga termasuk belajar untuk menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam memecahkan masalah dan berinovasi. Sebagai contoh,peserta didik dapat belajar membuat program komputer atau aplikasi untuk menyelesaikan masalah tertentu atau memudahkan kehidupan sehari-hari.
3. Learning to Live Together (Belajar untuk Hidup Bersama)
Pilar ketiga Learning to Live Together (Belajar untuk Hidup Bersama). Belajar untuk hidup bersama, bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik dalam hidup bersama dalam masyarakat yang multikultural dan global. Dalam pilar ini, siswa diajarkan untuk mengembangkan sikap dan nilai yang menghargai perbedaan dan mempromosikan kerja sama antarindividu, kelompok, dan bangsa.
Belajar untuk hidup bersama mencakup semua aspek kegiatan di dalam dan di luar kelas. Di dalam kelas, peserta didik diajarkan untuk mengembangkan sikap dan nilai yang menghargai perbedaan dan mempromosikan kerja sama antarindividu, kelompok, dan bangsa. Selain itu, peserta didik juga diajarkan untuk memahami hak asasi manusia, demokrasi, perdamaian, dan keadilan sosial.

Di luar kelas, peserta didik diajarkan untuk mengembangkan kemampuan sosial melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pengalaman kehidupan sehari-hari. Peserta didik juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan komunitas atau relawan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
4. Learning to Be (Belajar untuk Menjadi)
Pilar keempat adalah Learning to Be (Belajar untuk Menjadi). Belajar untuk menjadi, bertujuan mengembangkan kemampuan siswa dalam mengembangkan potensi diri dan mempersiapkan diri untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. Dalam pilar ini, siswa diajarkan untuk mengembangkan kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual.

Belajar untuk menjadi mencakup semua aspek kegiatan di dalam dan di luar kelas. Di dalam kelas, siswa diajarkan untuk mengembangkan kemampuan intelektual seperti berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Selain itu, peserta didik juga diajarkan untuk mengembangkan kemampuan emosional seperti mengelola emosi dan berkomunikasi dengan efektif.
Di luar kelas, peserta didik diajarkan untuk mengembangkan kemampuan spiritual melalui kegiatan seperti meditasi atau refleksi diri. Peserta didik juga dapat mengembangkan potensi diri melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga atau seni.