Mengenal Sistem Pendidikan di Luar Negeri
TIM VideaClass ● Senin, 23 Februari 2026 04:47
Sistem Pendidikan di Berbagai Negara
Setiap negara memiliki kebijakan dan struktur pendidikan yang tidak sama. Bagi kamu yang berencana melanjutkan studi ke luar negeri, memahami sistem pendidikan di negara tujuan menjadi hal penting. Berikut gambaran sistem pendidikan di beberapa negara:
Australia

Di Australia, sekolah terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu sekolah negeri dan sekolah swasta. Sebagian besar sekolah menerapkan sistem co-educational (menerima siswa laki-laki dan perempuan dalam satu lingkungan belajar), meskipun ada beberapa sekolah menengah swasta yang terpisah berdasarkan gender.
Durasi pendidikan dasar dan menengah di Australia umumnya sama seperti di Indonesia, yakni 12 tahun. Wajib belajar berlaku hingga kelas 10, sementara kelas 11 dan 12 dikenal sebagai jenjang Senior Secondary. Setelah menyelesaikan kelas 12, siswa akan memperoleh Senior Secondary Certificate of Education yang diterbitkan oleh masing-masing negara bagian. Sertifikat ini diakui untuk melanjutkan studi ke universitas di Australia maupun di luar negeri.
Singapura

Lama pendidikan dasar di Singapura adalah 6 tahun, terdiri dari 4 tahun pendidikan dasar dan 2 tahun program orientasi. Di akhir tahun keenam, siswa mengikuti ujian PSLE (Primary School Leaving Examination).
Kurikulum di tingkat dasar menitikberatkan pada penguasaan bahasa Inggris, bahasa ibu (Mandarin, Melayu, atau Tamil), matematika, ilmu pengetahuan alam, musik, seni, kerajinan, olahraga, serta pendidikan sosial.
Setelah lulus PSLE, siswa melanjutkan ke jenjang menengah melalui jalur ‘O’ Level selama 4 tahun atau ‘N’ Level selama 5 tahun, sesuai kemampuan masing-masing. Mata pelajaran yang dipelajari mencakup bahasa Inggris, bahasa ibu, matematika, sains, dan humanities. Memasuki tahun ketiga, siswa dapat memilih bidang seperti seni, sains, tata niaga, atau teknik. Ujian akhirnya adalah Singapore-Cambridge General Certificate of Education ‘O’ Level atau ‘N’ Level. Sistem ini dirancang untuk membentuk kemampuan berpikir kritis siswa.
Malaysia

Malaysia memiliki beberapa jenis sekolah menengah, di antaranya Sekolah Menengah Kebangsaan yang menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar, serta Sekolah Jenis Kebangsaan yang menggunakan bahasa Inggris, Mandarin, atau Tamil.
Durasi pendidikan dasar di Malaysia juga 6 tahun. Pada akhir kelas 6, siswa mengikuti UPSR (Ujian Penilaian Sekolah Rendah). Setelah lulus, siswa melanjutkan ke sekolah menengah yang terbagi menjadi dua tahap: Menengah Rendah (Tingkatan 1–3) dan Menengah Atas (Tingkatan 4–5). Di jenjang menengah atas, siswa dapat memilih program khusus seperti sains, sastra, atau teknikal.
Selandia Baru

Selandia Baru, yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai New Zealand, merujuk pada negara yang sama tanpa perbedaan secara geografis maupun politik. “New Zealand” merupakan nama resmi dalam bahasa Inggris, sedangkan “Selandia Baru” adalah terjemahannya dalam bahasa Indonesia.
Anak-anak di Selandia Baru mulai bersekolah pada usia 5 tahun, dengan tahun ajaran berlangsung dari Januari hingga Desember.
Secara keseluruhan, masa pendidikan dasar dan menengah berlangsung selama 13 tahun. Pendidikan dimulai dari Primary School hingga Year 8, kemudian dilanjutkan ke Secondary School sampai Year 13. Kewajiban belajar berlaku hingga Year 10. Setelah itu, siswa memiliki pilihan untuk mengambil program Diploma guna memperdalam keahlian tertentu.
Inggris

Durasi pendidikan dasar di Inggris adalah 6 tahun. Setelah menyelesaikan Primary Education, siswa melanjutkan ke Secondary Education selama 4 tahun.
Usai menyelesaikan 10 tahun pendidikan wajib, siswa memperoleh sertifikat GCSEs (General Certificate of Secondary Education). Umumnya, siswa mengambil sekitar 10 mata pelajaran yang dinilai melalui kombinasi tugas dan ujian tertulis, tergantung mata pelajaran yang dipilih.
Amerika Serikat

Masa pendidikan dasar dan menengah di Amerika Serikat berlangsung selama 12 tahun. Pendidikan dasar di Primary School ditempuh selama 5 tahun, kemudian dilanjutkan ke Secondary School selama 7 tahun.
Setelah lulus kelas 12, siswa akan menerima High School Diploma, yang menjadi syarat untuk melanjutkan ke College atau universitas di Amerika Serikat.
Swiss

Pendidikan wajib di Swiss mencakup tingkat dasar dan menengah. Sebelum memasuki pendidikan dasar, anak-anak umumnya mengikuti taman kanak-kanak, meskipun tidak diwajibkan. Bahasa pengantar disesuaikan dengan wilayah, yaitu Prancis, Jerman, atau Italia.
Setelah menyelesaikan sekolah dasar atau pada awal jenjang menengah, siswa dikelompokkan berdasarkan kemampuan akademik dan minat karier. Mereka yang ingin menempuh jalur akademik dapat melanjutkan ke sekolah menengah atas seperti Gymnasium atau Kantonsschule untuk mempersiapkan ujian matura, yang biasanya diselesaikan setelah 12–13 tahun pendidikan pada usia 18 atau 19 tahun.
Sementara itu, siswa yang memilih jalur vokasi menjalani tambahan pendidikan selama 3 tahun sebelum memasuki sistem pendidikan kejuruan. Sistem ini diatur oleh hukum federal dan dikenal sebagai “sistem ganda”, yakni kombinasi antara pelatihan praktik di perusahaan dan pembelajaran teori di sekolah umum. Sistem ini juga memiliki kesinambungan hingga ke jenjang pendidikan tinggi.
Itulah gambaran singkat mengenai sistem pendidikan di beberapa negara. Jika kamu ingin mendapatkan konsultasi gratis untuk menentukan pilihan studi di luar negeri, silakan menghubungi konsultan pendidikan luar negeri yang terpercaya.